Jakarta, 25 Oktober 2025. Universitas Bakrie menggelar Open House untuk Program Magister Manajemen (MM), Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan calon mahasiswa dari berbagai latar belakang profesional yang tertarik untuk melanjutkan studi pascasarjana sambil tetap aktif di dunia kerja.
Acara dibuka oleh Bapak Arief Suharko, Ph.D., Kaprodi Magister Manajemen, yang menekankan bahwa pendidikan magister saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penambah gelar, tetapi juga sebagai sarana memperdalam kemampuan berpikir kritis dan strategis di lingkungan kerja yang dinamis.
“Kami melihat banyak profesional muda yang ingin memperkuat kapasitas manajerial tanpa harus meninggalkan karirnya. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan itu, agar kampus dan industri bisa saling mengisi” ujarnya.
Dari sisi ilmu komunikasi, Dr. Prima Mulyasari, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi, menyoroti pentingnya peran komunikasi di tengah disrupsi digital. Ia menjelaskan bahwa kemampuan memahami konteks sosial, media, dan publik menjadi keahlian penting bagi siapa pun yang ingin memimpin di masa depan.
“Komunikasi strategis tidak lagi sekadar keahlian tambahan, tapi inti dari kepemimpinan modern. Di ruang akademik, kami ingin mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan realitas komunikasi yang berubah cepat” ungkap Dr. Prima.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua pembicara tamu, Donna Betty, Operations Support RH Petrogas, dan Saira Saima, Puteri Indonesia Jakarta 2022. Donna berbagi pengalaman tentang tantangan bekerja di sektor energi yang kompetitif dan pentingnya kemampuan manajerial dalam pengambilan keputusan.
“Belajar di jenjang magister bukan soal kembali ke bangku kuliah, tapi cara memperluas perspektif. Dunia kerja menuntut kita terus beradaptasi, dan pembelajaran akademik bisa membantu menata arah itu” jelasnya.
Sementara itu, Saira Saima mendorong peserta untuk melihat komunikasi sebagai keterampilan hidup, bukan sekadar kemampuan tampil di depan publik. “Public speaking dan komunikasi memberi saya banyak ruang untuk berkembang, termasuk memahami peran representasi di dunia profesional” ujarnya.
Sepanjang sesi, peserta aktif berdiskusi tentang peluang beasiswa, fleksibilitas perkuliahan, serta prospek pengembangan diri di Universitas Bakrie. Suasana diskusi yang terbuka mencerminkan posisi universitas sebagai ruang kolaboratif bagi para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terlepas dari dunia kerja.